Diklat Literasi Keuangan Bagi Komunitas MPH Bandung Barat

CUKKMS.Com Published: 03/27/25 penulis : kkms.cu

by Kang Herman

Baru-baru ini KSP. CU Karsa Kencana Mitra Sejahtera (KKMS) memberikan edukasi tentang Literasi Keuangan bagi komunitas masyarakat di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Komisi PSE Keuskupan Bandung, KKMS, Komunitas Obor Desa Organik Sukajaya (ODOS), dan Komunitas Merah Putih Hitam (MPH) Wilayah Bandung Barat yang sekaligus juga menjadi peserta dalam Diklat Literasi Keuangan ini. Mayoritas peserta adalah orang muda dan keluarga muda. Sebagian dari mereka adalah kaum perempuan. Peserta dibagi dalam 2 kelas. Kelas pertama berlangsung pada hari Senin dan Selasa, tanggal 17 dan 18 Maret, sedangkan kelas kedua berlangsung pada hari Senin dan Selasa, tanggal 24 dan 25 Maret. Masing-masing kelas berisikan 30 orang.

Komunitas MPH adalah komunitas pemberdayaan orang muda. Mereka menjalani program pemberdayaan agar dapat memberdayakan diri sendiri dalam meningkatkan kualitas hidup dan meraih masa depan yang lebih baik. Di antara mereka ada yang sudah memiliki usaha, seperti bengkel motor, warung kopi, parfum, ayam bakar, hingga air brush untuk mobil dan motor. Sebagian lagi adalah mereka yang baru mau merintis usaha kecil.

Diklat Literasi Keuangan merupakan program Komisi PSE Keuskupan Bandung dari Unit Kerja Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi atau kecakapan keuangan bagi masyarakat luas. Gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sosial masyarakat yang menjadi korban pinjaman online (pinjol), judi online (judol), bank emok hingga rentenir. Untuk menjalankan program ini, LKM PSE menggandeng KKMS Cimahi yang memang sudah terbiasa mengedukasi para anggota CU dan masyarakat dalam hal kecakapan keuangan. Dengan demikian, akan semakin banyak orang yang memiliki kecakapan dalam mengelola uang baik pribadi maupun keluarga.

Diklat Kecakapan Keuangan berlangsung di Saung ODOS, di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Bandung Barat. ODOS atau juga dikenal dengan OBOR adalah komunitas yang sudah lama berkecimpung dalam bidang pertanian organik. Banyak komunitas maupun mahasiswa yang datang ke OBOR untuk belajar mengelola limbah sapi menjadi pupuk dan media tanam organik. Tidak hanya itu, mereka juga belajar bagaimana mengubah limbah dari kotoran hewan (kohe) menjadi bahan bakar untuk rumah tangga.

Di tahun 2024 lalu, 13 orang anggota komunitas OBOR sudah menyelesaikan program Training of Trainers (ToT) Kecakapan Keuangan (Financial Literacy). Ini adalah program yang dirancang untuk mempersiapkan anggota komunitas menjadi fasilitator kecakapan keuangan. Setelah menyelesaikan program ToT, para peserta diharapkan dapat berfungsi sebagai fasilitator bagi warga masyarakat di sekitarnya. Semoga, dari hari ke hari lahir semakin banyak orang yang cakap dalam mengelola uang, dan semakin berkurang pula yang menjadi korban pinjol, judol, bank emok dan rentenir. Dengan demikian akan semakin banyak orang yang mengalami kebaikan dan kesejahteraan.